Pencarian

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.813 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS dan Aksi Asing Jadi Penopang

Senin, 10 Agustus 2026 • 09:57:01 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.813 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS dan Aksi Asing Jadi Penopang
Petugas penukaran mata uang asing menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah di Jakarta, Senin (16/12/2024).

JAWA BARAT — Penguatan rupiah pada awal pekan ini berbanding terbalik dengan posisi penutupan akhir pekan lalu yang sempat menyentuh level terlemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.897 per dolar AS pada Jumat (13/12), sebelum akhirnya rebound pada perdagangan hari ini.

Data Non-Farm Payrolls AS Jauh di Bawah Ekspektasi

Katalis utama penguatan rupiah berasal dari eksternal. Rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat lalu menunjukkan kinerja pasar tenaga kerja yang jauh lebih lemah dari perkiraan analis.

Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan, data tersebut memicu penurunan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Akibatnya, indeks dolar AS tertekan dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut diuntungkan.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed," kata Lukman kepada media, Senin (16/12).

Ia memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS.

Meredanya Ketegangan Timur Tengah dan Net Buy Asing di IHSG

Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana menambahkan, faktor domestik turut mendukung apresiasi mata uang Garuda. Selain data tenaga kerja AS yang memburuk—tercermin dari penurunan NFP dan tingkat partisipasi angkatan kerja—meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi katalis positif tambahan.

Dari dalam negeri, Fikri menyoroti aksi beli asing di bursa efek. Terdapat net buy asing di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu yang berpotensi menopang pergerakan rupiah lebih lanjut.

"Semoga terapresiasi ke Rp 17.880 per dolar AS," ujar Fikri.

Pelaku Pasar Menanti Calon Gubernur BI yang Baru

Di tengah sentimen positif tersebut, pasar masih mencermati perkembangan politik domestik, khususnya soal suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia. Pelaku pasar menantikan sosok calon gubernur BI yang akan memimpin bank sentral lima tahun ke depan.

Fokus utama investor adalah arah kebijakan yang akan ditempuh pimpinan baru nanti, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan daya tahan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Kombinasi faktor eksternal yang mendukung dan harapan akan stabilitas kebijakan domestik membuat rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan berikutnya, meski volatilitas masih tetap perlu diwaspadai.

Follow www.jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks