BANDUNG — Partai Demokrat menyiapkan rangkaian kegiatan berbeda untuk merayakan hari jadinya yang ke-25 tahun. Selain sebagai perayaan, program bertajuk Lomba Rakyat ini diklaim menjadi media strategis untuk memperkuat hubungan emosional partai dengan masyarakat.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, menyampaikan bahwa program ini mengusung tema 'Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Menjaga Demokrasi'. Kegiatan akan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami ingin menggerakkan struktur partai hingga tingkat terbawah, dan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan di masyarakat," ujar Anton dalam keterangannya, baru-baru ini.
Tiga Jenis Kegiatan Utama dalam Lomba Rakyat
Rangkaian Lomba Rakyat terbagi ke dalam tiga jenis kegiatan utama dengan jadwal berbeda. Pertama, Lomba Tradisional & Kreativitas Rakyat yang dijadwalkan serentak pada 23 Agustus 2026.
Kedua, Program Aspirasi Kemerdekaan pada 20 Agustus 2026. Dalam program ini, setiap DPD dan DPC diwajibkan menjaring satu aspirasi masyarakat yang menggambarkan persoalan riil di daerah—mulai dari isu ekonomi, kemiskinan, pendidikan, infrastruktur, hingga pelayanan publik.
Ketiga, Lomba Pidato Rakyat 'AHY Muda' yang berlangsung dari 5 Agustus sampai 23 Agustus 2026. Kompetisi ini ditujukan khusus bagi siswa/siswi SLTA sederajat.
"Kompetisi ditujukan khusus bagi siswa/siswi SLTA sederajat untuk menumbuhkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan kebangsaan yang santun, cerdas, dan solutif," kata dia.
Demokrat Jabar Siap Menggerakkan Struktur Partai
Anton menyatakan kesiapan penuh seluruh kader di wilayahnya untuk menyukseskan agenda nasional tersebut. Ia menilai momentum HUT ke-25 dan Hari Kemerdekaan ini harus menjadi pembuktian komitmen partai yang selalu konsisten berada di tengah-tengah rakyat.
"Demokrat Jabar siap menggelar Lomba Rakyat dan memastikan seluruh pengurus DPC di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk bergerak aktif melibatkan masyarakat," ujarnya.
Partai Demokrat mengundang seluruh lapisan masyarakat, insan media, dan generasi muda untuk ambil bagian dan menyemarakkan pesta rakyat ini. Anton menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial perlombaan biasa, melainkan upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.