JAWA BARAT — Jakarta, benang.id – Bank DBS Indonesia menggelar DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World untuk membacakan peta jalan investasi paruh kedua tahun ini. Forum tersebut menghadirkan Dino Patti Djalal (FPCI), Yunarto Wijaya (Charta Politika), serta jajaran pakar investasi dan manajer investasi mitra bank.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan forum ini dirancang khusus bagi nasabah private dan priority banking untuk menavigasi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi.
“Dengan menyajikan beragam perspektif, forum ini diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangkan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan,” ujar Lim dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (25/7).
Rekomendasi Alokasi Aset: Emas dan Saham Asia Jadi Pilihan Utama
Memasuki kuartal ketiga 2026, DBS CIO merekomendasikan investor untuk meningkatkan alokasi pada sejumlah kelas aset. Target utama meliputi saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, serta aset swasta dan dana lindung nilai (hedge funds).
Sebaliknya, posisi netral disarankan untuk saham global, Amerika Serikat, Jepang, dan obligasi pemerintah negara maju. DBS CIO juga meminta investor mengurangi eksposur pada saham Eropa, obligasi pasar berkembang, dan kas.
Emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai. Prospek jangka panjang logam mulia ini didukung oleh risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan tren dedolarisasi global yang masih berlangsung.
Pertumbuhan AUM DBS Treasures Private Client Tembus 13%
Kinerja layanan wealth management Bank DBS Indonesia sepanjang semester I 2026 menunjukkan hasil positif. Khusus untuk DBS Treasures Private Client, total AUM tumbuh 13% secara tahunan (year-on-year). Rata-rata AUM per nasabah juga meningkat 15% dalam periode yang sama.
Pertumbuhan ini mendorong Bank DBS Indonesia memperkenalkan evolusi DBS Treasures Private Client. Layanan tersebut mengusung tiga pilar utama: kejernihan pandangan melalui insights tepercaya, kepastian melangkah didampingi tim pakar, dan keistimewaan yang menyertai nasabah.
Ketiga pilar itu dirancang untuk membantu nasabah memperoleh arahan strategis dari CIO Terbaik di Asia, pendampingan tim investasi profesional, serta beragam keistimewaan eksklusif yang disesuaikan dengan tahap hidup (lifestage) nasabah.
Strategi Investor di Semester II: Disiplin Diversifikasi
Memasuki paruh kedua 2026, peluang investasi diperkirakan tetap terbuka meski volatilitas global masih menjadi bagian dari lanskap pasar. Investor perlu menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi dan membangun portofolio yang tangguh agar mampu menangkap peluang di berbagai siklus pasar.
Forum DBS Insights 2026 juga membahas dampak perubahan kebijakan dan rantai pasok global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Panelis dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Charta Politika memberikan perspektif tentang ketangguhan fundamental ekonomi domestik di tengah dinamika geopolitik AS-Asia.
Investasi mengandung risiko.