JAWA BARAT — Kepastian itu disampaikan langsung oleh Jerry Huang, CEO Maxus Indonesia. Ia mengatakan perseroan saat ini masih fokus mengembangkan dua model yang sudah ada, yakni Mifa 7 dan Mifa 9.
Dua Model MPV Listrik Jadi Prioritas
“Kami sementara tahun ini masih fokus di Mifa 7 dan Mifa 9. Kami lagi studi (model baru), tapi sementara masih fokus di Mifa 7 dan Mifa 9,” jelas Jerry Huang saat acara Maxus Gala Dinner di Jakarta Selatan, Jumat (10/7).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi mengenai kehadiran kendaraan baru Maxus di GIIAS 2026. Alih-alih meluncurkan produk segar, pabrikan memilih memperkuat posisi kedua MPV listrik yang sudah dipasarkan.
Strategi Manjakan Konsumen Eksisting
Caessy Rusli, Head of Sales and Marketing Division Maxus Indonesia, mengungkapkan pendekatan berbeda yang diambil perusahaannya. Saat ini, pihaknya lebih memilih untuk memanjakan konsumen yang sudah ada.
“Kami masih fokus pada konsumen kami, inilah mengapa kami mengundang mereka ke sini (Maxus Gala) untuk memberikan perhatian lebih ke mereka,” ujar Caessy di kesempatan yang sama.
Acara Maxus Gala Dinner sendiri menjadi bukti nyata dari strategi tersebut. Alih-alih pamer produk baru, Maxus justru mengumpulkan pelanggan dan media dalam forum diskusi dan jamuan makan malam.
Banderol Mifa 7 dan Mifa 9 di Indonesia
Kedua model yang diandalkan Maxus saat ini sama-sama mengusung konsep MPV mewah dengan pintu geser (sliding door) dan penggerak listrik. Mifa 7 diposisikan sebagai MPV dengan dimensi setara Nissan Serena dan Honda StepWGN, dibanderol Rp 799 juta.
Sementara Mifa 9 memiliki ukuran yang lebih besar, setara dengan Xpeng X9 dan Denza D9. Model ini dipasarkan dengan harga Rp 930 juta.
Dengan tidak adanya model baru di GIIAS 2026, Maxus sepertinya akan fokus memperkuat layanan purna jual dan kepuasan pelanggan untuk kedua produk tersebut. Studi pengembangan model anyar masih terus berjalan, namun belum ada kepastian kapan akan direalisasikan ke pasar Indonesia.