KOTA TASIKMALAYA — Keterbatasan ruang kelas baru memaksa SMAN 10 Kota Tasikmalaya mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada untuk menampung ratusan peserta didik baru. Aula sekolah kini disekat menjadi dua ruang belajar sementara, dan laboratorium pun dialihfungsikan menjadi kelas darurat.
Staf Humas SMAN 10 Kota Tasikmalaya, Aceng Mahdor, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa yang diterima tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar, meski dengan kondisi ruang yang belum representatif.
"Kami belum memiliki kelas yang sesungguhnya representatif karena kami masih memanfaatkan aula yang disekat jadi dua untuk dijadikan kelas, dan ada laboratorium juga yang difungsikan sementara untuk kelas. Jadi memang masih kekurangan," ungkap Aceng.
12 Rombongan Belajar dengan 42-46 Siswa per Kelas
Pada proses penerimaan peserta didik baru, sekolah mencatat sekitar 550 siswa berhasil diterima. Seluruh peserta didik tersebut kemudian dibagi ke dalam 12 rombongan belajar.
"Alhamdulillah, bersama saya Aceng Mahdor, Staf Humas. Kemarin siswa yang terdaftar ada sekitar 550-an yang terbagi dalam 12 rombel," ujar Aceng.
Setiap rombongan belajar diisi sekitar 42 hingga 46 siswa. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung.
Minat Masyarakat Terus Meningkat Setiap Tahun
Aceng menjelaskan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMAN 10 Kota Tasikmalaya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersediaan ruang kelas yang belum bertambah secara signifikan.
Informasi mengenai keterbatasan ruang kelas ini disampaikan pihak sekolah dalam keterangan resmi kepada wartawan pada Senin, 3 Agustus 2026. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai rencana pembangunan ruang kelas baru dari pemerintah daerah setempat.