Pencarian

Whoosh Mendominasi Kedatangan WNA ke Jawa Barat, 87.751 Kunjungan Tercatat Sepanjang Semester I-2026

Senin, 03 Agustus 2026 • 23:02:31 WIB
Whoosh Mendominasi Kedatangan WNA ke Jawa Barat, 87.751 Kunjungan Tercatat Sepanjang Semester I-2026

BANDUNG — Arus kedatangan wisatawan mancanegara (WNA) ke Jawa Barat kini didominasi moda kereta api cepat, bukan transportasi udara. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat Kereta Cepat Whoosh telah mengangkut 87.751 kunjungan WNA selama periode Januari-Juni 2026.

Angka tersebut terakumulasi dari operasional harian yang konsisten, dengan Juni 2026 menjadi bulan dengan kontribusi signifikan. Pada bulan tersebut saja, tercatat 17.877 kunjungan WNA memanfaatkan layanan kereta cepat tersebut.

Stasiun Padalarang Jadi Gerbang Utama Wisatawan Mancanegara

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan, Stasiun Padalarang menjadi titik masuk yang paling banyak digunakan. Kontribusinya mencapai 86,46 persen dari total kedatangan WNA melalui Whoosh pada Juni 2026.

"Selama periode Januari-Juni 2026 jumlah kunjungan WNA menggunakan Whoosh ke Jawa Barat mencapai 87.751 kunjungan," kata Ari di Bandung, Senin (3/8/2026).

Dominasi Whoosh ini menegaskan pergeseran preferensi perjalanan antarwilayah, di mana kecepatan dan konektivitas yang ditawarkan moda kereta cepat mulai mengalahkan moda transportasi lain bagi pelancong internasional.

Penumpang Kereta Konvensional Tumbuh, Penerbangan Anjlok

Di sisi lain, moda kereta api konvensional juga mencatatkan pertumbuhan positif. Secara kumulatif sepanjang Semester I-2026, jumlah penumpang kereta api konvensional di Jawa Barat tumbuh 9,57 persen, dengan catatan mencapai 2,43 juta orang pada Juni 2026.

"Sementara, penumpang Kereta Cepat Whoosh tumbuh 0,61 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd)," ujar dia lagi.

Kondisi berbeda terjadi pada sektor penerbangan. Pergerakan penumpang internasional di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mengalami penurunan drastis hingga 93,94 persen secara bulanan pada Juni 2026. Penurunan ini dipicu oleh selesainya fase operasional pemulangan jamaah haji yang sebelumnya mendominasi lalu lintas penerbangan internasional di bandara tersebut.

Hotel Berbintang di Karawang Paling Laris, TPK Nasional Tertinggi

Meski arus penerbangan menurun, sektor perhotelan justru mencatatkan pemulihan positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Barat pada Juni 2026 naik 2,85 poin menjadi 51,05 persen.

Kabupaten Karawang mencatatkan tingkat keterisian tertinggi dengan capaian 72,11 persen, disusul Kota Tasikmalaya sebesar 63,22 persen, dan Kabupaten Purwakarta dengan 62,48 persen.

"Dengan keterisian tertinggi berada di Kabupaten Karawang (72,11 persen), Kota Tasikmalaya (63,22 persen), dan Kabupaten Purwakarta (62,48 persen)," ujar Ari pula.

Tingginya okupansi hotel di wilayah industri seperti Karawang dan Purwakarta mengindikasikan aktivitas bisnis dan perjalanan dinas masih menjadi penopang utama perekonomian daerah, di tengah melonjaknya kunjungan wisatawan melalui jalur darat dan rel.

Follow www.jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: m.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks