Pencarian

Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Global: Dari Dapur Rumah ke Turki, Hong Kong, hingga Australia

Minggu, 12 Juli 2026 • 13:50:01 WIB
Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Global: Dari Dapur Rumah ke Turki, Hong Kong, hingga Australia
Brownies ketan "It's Me Time" dari Sidoarjo berhasil menembus pasar ekspor ke Turki, Hong Kong, dan Australia.

SIDOARJO — Sebuah dapur rumah sederhana di Sidoarjo menjadi titik awal lahirnya produk brownies ketan yang kini merambah pasar internasional. "It's Me Time", merek dagang milik Jalian Setiarsa atau akrab disapa Arso, membuktikan bahwa UMKM kuliner bisa naik kelas dengan pendampingan yang tepat dan akses permodalan yang terstruktur.

Arso memulai usahanya pada 2 November 2017 dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan. Varian unggulan Choco Chip menjadi andalan yang perlahan menarik perhatian konsumen. Seiring meningkatnya permintaan, ia mulai menjadi nasabah simpanan BRI pada 2018, yang kemudian membuka akses ke berbagai layanan finansial.

Dari Dapur Rumah ke Standar Internasional

Langkah besar terjadi setelah Arso bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Melalui program pendampingan rutin, tim Rumah BUMN membantunya membenahi tata kelola usaha, memisahkan area produksi dari tempat tinggal, hingga mengurus legalitas produk. Hasilnya, "It's Me Time" memperoleh sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Produksi Melonjak 80 Kali Lipat dalam Empat Tahun

Transformasi itu berdampak langsung pada kapasitas produksi. Pada 2021, volume produksi "It's Me Time" melonjak tajam hingga 20.000 hingga 25.000 buah per bulan — naik lebih dari 80 kali lipat dari kapasitas awal. Jaringan pemasaran pun meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal daring dan luring.

Pameran Internasional Membuka Gerbang Ekspor

BRI mengikutsertakan produk Arso ke ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Hasilnya, realisasi ekspor pertama terjadi ke Turki dan Hong Kong pada 2021, disusul Singapura dan Australia pada 2022, serta Malaysia pada 2023. Produk ini juga meraih penghargaan Produk Terbaik No. 1 BRI dan peringkat utama di ajang SNI Award.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas," ungkap Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menegaskan komitmen perusahaan untuk mendampingi pelaku industri kreatif lokal dari akar rumput. "BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital," pungkasnya.

Follow www.jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogordaily.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks