JAWA BARAT — Kemenangan dramatis 3-2 Inggris atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia, Minggu (23/6) dini hari WIB, harus dibayar mahal. Henderson yang tidak dimainkan dalam laga di Estadio Azteca itu justru menjadi korban seusai pertandingan.
Insiden di Pinggir Lapangan
Saat para pemain dan ofisial merayakan kemenangan, Henderson berniat melompati papan iklan di pinggir lapangan. Namun, pendaratannya salah dan ia langsung jatuh kesakitan. Petugas medis segera memberikan oksigen sebelum membawanya keluar dengan tandu.
Rekaman BBC Sport menunjukkan Henderson langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. The Athletic kemudian mengonfirmasi bahwa ia mengalami cedera pergelangan tangan yang memerlukan operasi. Cedera ini memastikan Henderson tidak bisa tampil lagi di turnamen ini.
Aturan FIFA Hambat Penggantian
Masalahnya, Inggris tidak bisa mendatangkan pemain pengganti. Aturan FIFA hanya mengizinkan perubahan skuad jika diajukan sebelum pertandingan pertama fase grup, dalam hal ini laga melawan Kroasia pada 17 Juni lalu. Pengecualian hanya berlaku untuk posisi kiper jika ada masalah medis.
Ini menjadi pukulan kedua bagi pelatih Thomas Tuchel. Sebelum turnamen dimulai, ia sudah kehilangan Tino Livramento yang digantikan Trevoh Chalobah akibat cedera betis.
Pengaruh di Luar Lapangan
Meski hanya tampil satu kali sebagai pemain pengganti sepanjang turnamen, peran Henderson dianggap krusial di balik layar. Ia disebut sebagai figur pemersatu di ruang ganti yang pengaruhnya sulit digantikan hanya dengan pemain lain.
Tuchel kini harus menghadapi laga perempat final melawan Norwegia di Miami dengan satu slot pemain kosong. Situasi makin pelik karena Jarell Quansah terkena kartu merah saat melawan Meksiko, sementara Reece James masih dalam pemulihan cedera. Inggris hanya memiliki 24 pemain dari kuota 25 yang tersedia untuk laga krusial tersebut.