CIANJUR — Keterbatasan akses digital dan rendahnya kapasitas pengelolaan usaha menjadi masalah utama yang coba dijawab oleh program CSR Telkomsel bertajuk Baktiku Negeriku 2026. Kali ini, desa yang menjadi sasaran adalah Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Cianjur.
Program yang berlangsung pada 21-23 Mei 2025 itu tidak sekadar memberi bantuan. Telkomsel mengusung pendekatan baru dengan memperkuat Employee Volunteering Program (EVP). Karyawan tidak hanya jadi relawan, tapi juga mentor dan fasilitator yang mendampingi warga secara langsung.
Empat Aktivitas Utama yang Dihadirkan
Setidaknya ada empat kegiatan utama yang dijalankan selama program berlangsung. Pertama, implementasi Integrated Farming Demonstration Plot atau percontohan pertanian terpadu. Kedua, pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular.
Ketiga, pembangunan Telkomsel Creative Digital Center yang berfungsi sebagai pusat literasi digital. Keempat, edukasi yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap sesi pelatihan.
Karyawan Jadi Agen Perubahan
Vice President Consumer Business Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Tuty Rahma Afriza, mengatakan program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan lewat teknologi digital.
“Kami percaya, pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung,” ujar Tuty dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Dalam skema EVP, karyawan Telkomsel berperan sebagai mentor dan penghubung akses pengetahuan serta teknologi. Mereka mendampingi warga dalam edukasi literasi digital, pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan pariwisata.
Dampak Langsung bagi Warga Desa
Melalui rangkaian inisiatif ini, warga Desa Balegede mendapatkan manfaat berupa peningkatan keterampilan digital, peluang pengembangan usaha, serta akses teknologi untuk menunjang produktivitas sehari-hari.
“Program ini memperkuat ekosistem kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan Telkomsel sebagai penggerak dan enabler pemberdayaan masyarakat, yang tidak hanya menghadirkan akses teknologi, tetapi juga dukungan menyeluruh mulai dari penguatan kapasitas, penyediaan sarana pendukung, hingga pendampingan berkelanjutan,” pungkas Tuty.