JAWA BARAT — Penangkapan Sony Sonjaya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) menambah daftar panjang pejabat BGN yang terseret kasus dugaan korupsi. Pria yang sempat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN itu kini harus berurusan dengan penyidik pidana khusus Kejagung.
Namun, sehari sebelum proses penahanan berlangsung, Sony justru mengunggah pesan tulisan tangan di akun Instagram pribadinya. Pesan itu ditujukan kepada Nanik S Deyang, yang baru saja ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN.
Isi Pesan dan Dugaan Modus Korupsi
Dalam pesan yang dikutip Kamis (4/6/2026), Sony menuliskan kalimat yang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik. “Kepada yth. Ibu Nanik S Deyang selamat atas jabatan baru sebagai kepala BGN,” tulis Sony. “Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,” lanjutnya.
Ungkapan “hadiah indah” dalam pesan tersebut langsung menjadi sorotan. Belum diketahui secara pasti apakah hadiah yang dimaksud Sony berkaitan dengan perkara korupsi yang menjeratnya. Jaksa belum merinci lebih lanjut hubungan antara pesan tersebut dengan kasus yang sedang ditangani.
Di sisi lain, dalam caption unggahan yang sama, Sony juga menyelipkan doa untuk Nanik. Ia berharap Nanik dapat menjalankan tugas barunya sebagai Kepala BGN dengan baik.
Tiga Eks Pimpinan BGN Terseret Kasus yang Sama
Kejagung sebelumnya telah menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka. Mereka adalah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi yang merugikan keuangan negara selama masa kepemimpinan di lembaga tersebut.
Proses hukum terhadap para pejabat ini terus berjalan. Kejagung masih mendalami aliran dana dan pihak-pihak lain yang mungkin turut bertanggung jawab. Publik menanti kejelasan apakah kasus ini akan merembet ke aktor lain di lingkungan BGN.
Kronologi Penangkapan dan Respons Publik
Penangkapan Sony dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup. Ia langsung ditahan untuk mempercepat proses penyidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sony maupun Nanik S Deyang terkait pesan tersebut.
Kasus ini menambah catatan buruk tata kelola lembaga pangan nasional. Publik mempertanyakan efektivitas pengawasan internal di BGN yang baru beberapa waktu lalu berganti pimpinan. Kejagung berjanji akan mengusut tuntas seluruh aliran dana korupsi di lembaga tersebut.