CIREBON — Tujuh penyuluh pertanian dari DKP3 Kota Cirebon kini diterjunkan ke wilayah binaan masing-masing untuk memantau perkembangan tanaman masyarakat. Mereka menyasar kelompok tani hortikultura yang jumlahnya mencapai 51 kelompok dan 35 kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, meski kemarau melanda, ketersediaan air untuk urban farming dinilai masih aman. Sebagian besar kegiatan pertanian skala rumah tangga ini mengandalkan sumur bor dengan kebutuhan air yang relatif kecil.
"Kalau urban farming itu menggunakan sumur bor. Airnya masih aman, jadi tidak begitu signifikan terdampak dari kekurangan airnya," kata Elmi di Cirebon, Selasa.
Justru tantangan terbesar yang dihadapi petani kota saat ini adalah suhu udara yang tinggi. Kondisi ini membuat tanaman lebih cepat layu, terutama jenis sayuran yang berumur pendek. Perawatan pun harus lebih intensif dibandingkan musim normal.
Elmi mencontohkan, penyiraman perlu dilakukan segera ketika media tanam di polybag mulai mengering. Petani juga diminta lebih sering mengamati kondisi tanaman di tengah teriknya matahari.
Untuk tanaman yang ditempatkan di rak-rak bertingkat, DKP3 memberikan kiat khusus. Bagian lantai di bawah rak disarankan ikut disiram secara rutin.
"Kalau tanaman ada di rak-rak, lantai bawah itu harus sering disiram juga untuk menjaga kelembaban dan menurunkan suhu. Sebenarnya itu antisipasi menghadapi panasnya cuaca," jelas Elmi.
Metode ini dinilai efektif menurunkan suhu mikro di sekitar tanaman dan menjaga kelembapan udara. Dengan begitu, tanaman tidak mudah stres dan produksinya bisa dipertahankan.
Pendampingan ini merupakan bagian dari pemantauan rutin yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon. Kegiatan urban farming tersebut terkonsentrasi di Kelurahan Kalijaga dan Pulasaren.
Para penyuluh yang telah dibagi wilayah binaannya diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam membantu petani menyesuaikan perawatan tanaman dengan kondisi cuaca. Dengan pendampingan ini, produksi sayuran di tengah musim kemarau diharapkan tetap stabil dan kebutuhan pangan warga kota tetap terpenuhi.