JAWA BARAT — Kabar ini disampaikan langsung oleh Executive General Manager Subaru Indonesia, Edward Kencono, di sela-sela acara di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini. Menurutnya, strategi jangka pendek pabrikan berlambang enam bintang itu masih akan fokus penuh pada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Ini bukan soal ketertinggalan teknologi, melainkan soal membaca pasar.
Edward menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menjual mobil listrik saat ini adalah hasil riset terhadap calon pembeli mereka. "Apakah Subaru akan menjual mobil listrik (di Indonesia)? Sekarang jawabannya, untuk sementara, kalau dari kustomer kita, memang banyak yang secara profil masih ke arah internal combustion," ujarnya.
Artinya, pembeli Subaru di Indonesia—yang umumnya mencari SUV tangguh seperti Forester atau sportscar seperti BRZ—belum menunjukkan pergeseran minat yang signifikan ke kendaraan listrik. Bagi Subaru, memaksakan diri menjual EV yang belum tentu laku justru akan menjadi bumerang bagi jaringan dealer dan nilai jual kembali mobil mereka.
Meski mandek di pasar lokal, Subaru sebenarnya punya amunisi lengkap di pasar global. Beberapa bulan terakhir, mereka baru saja meluncurkan SUV listrik bernama Subaru Getaway yang berbagi platform dengan Toyota Highlander EV. Selain itu, ada juga Solterra dan Trailseeker yang sudah beredar di berbagai negara.
Artinya, secara teknis Subaru Indonesia tidak perlu menunggu lama jika ingin ikut serta dalam elektrifikasi. Tinggal menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk menarik garis antara loyalitas konsumen lama dan kebutuhan pasar baru.
Sambil menunggu momentum tersebut, lini produk Subaru Indonesia saat ini masih diisi oleh model-model berkarakter khas. Beberapa di antaranya adalah BRZ, WRX, Crosstrek, Outback, dan Forester. Semua model ini mengandalkan mesin boxer khas Subaru yang terkenal dengan titik gravitasi rendah dan handling stabil.
Strategi ini memang berbeda dengan pabrikan Jepang lain yang mulai agresif memasarkan EV. Namun, bagi Subaru, menjaga basis penggemar setia yang mengutamakan pengalaman berkendara justru dianggap lebih berharga ketimbang mengejar tren semata.
Bagi Anda yang menunggu kehadiran Subaru listrik di Indonesia, perlu bersabar lebih lama lagi. Belum ada timeline pasti kapan EV pertama mereka akan mendarat di dealer resmi.
Namun, jika Anda adalah tipe pengemudi yang mendambakan karakter mesin boxer yang halus namun bertenaga, serta sistem penggerak all-wheel drive yang legendaris, pilihan Subaru untuk tetap fokus pada bensin justru menjadi kabar baik. Anda masih punya waktu untuk menikmati pengalaman berkendara paling murni sebelum era elektrifikasi benar-benar tiba.