JAWA BARAT — Piala AFF 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Rizky Ridho. Bek tengah berusia 24 tahun itu tak mau mengulang nasib pilu di dua edisi sebelumnya, di mana ia harus puas melihat Thailand dan Vietnam yang merayakan. Kini, dengan ban kapten di lengan dan dukungan pelatih baru John Herdman, Ridho percaya skuad Merah Putih punya modal lebih dari sekadar mimpi.
Perjalanan Ridho di Piala AFF dimulai dengan manis namun berakhir pahit. Pada debutnya di edisi 2020, ia menjadi bagian dari skuad yang takluk dari Thailand di partai final. Dua tahun berselang, langkah Garuda kembali terhenti, kali ini di babak semifinal setelah dikalahkan Vietnam.
Absen di edisi 2024, kini ia kembali dengan status yang berbeda. "Semoga kami bisa meraih hasil terbaik, yakni menjadi juara, karena Indonesia sudah lama menantikan trofi ini," ujar Ridho kepada laman resmi ASEAN United FC, Senin (3/8).
Perbedaan mendasar di Piala AFF 2026 tidak hanya terletak pada materi pemain, tetapi juga filosofi kepemimpinan. Jika era Shin Tae-yong sentralistik, Herdman justru membentuk dewan kepemimpinan di dalam tim. Ridho mengungkapkan pelatih asal Inggris itu membentuk grup berisi 6-7 pemain yang semuanya berperan sebagai pemimpin.
"Dengan bantuan 6-7 pemain ini, tim dapat dirangkul dengan baik, bukan hanya oleh satu orang saja. Kami dibentuk untuk membangun tim ini menjadi juara dan membawa pulang trofi untuk Indonesia," kata Ridho, mengapresiasi pendekatan anyar tersebut.
Optimisme Ridho bukan tanpa dasar. Indonesia memulai fase grup dengan sempurna, mengalahkan Kamboja dan Timor Leste. Namun, ujian sesungguhnya akan datang saat Mitchell Baker dkk menjamu Vietnam di Stadion Pakansari, Senin (3/8) pukul 20.30 WIB. Satu kemenangan lagi akan memastikan tiket semifinal, sekaligus menjaga asa untuk mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung lama.