GARUT — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut resmi menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Garut pada Pemilu 2029. Partai berlambang banteng itu menargetkan enam kursi sebagai capaian realistis sekaligus membidik tujuh hingga delapan kursi sebagai target ambisius.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Ilham Faturohman, menyebut target itu disusun berdasarkan evaluasi hasil pemilu sebelumnya dan upaya mengembalikan capaian terbaik partai seperti saat Pemilu 1999.
“Sekarang kita memiliki empat kursi. Target realistis enam kursi supaya semua dapil terisi. Target ambisius tujuh kursi, karena itu merupakan capaian terbaik PDIP di tahun 1999. Kalau bisa delapan kursi, itu bonus dan menjadi bukti kepercayaan masyarakat semakin besar,” ujar Ilham.
Untuk mewujudkan target tersebut, PDIP Garut memulai langkah dari penguatan organisasi internal. Partai telah mengukuhkan 426 pengurus tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 2.216 pengurus ranting dalam kegiatan yang digelar baru-baru ini.
Pada akhir Agustus 2026, PDIP Garut dijadwalkan mengukuhkan secara daring sebanyak 4.426 pengurus anak ranting. Ilham menjelaskan, proses ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi yang berjalan sejak awal tahun melalui musyawarah di berbagai tingkatan hingga terbentuk struktur partai sampai tingkat RW.
Di luar urusan struktur, partai menyiapkan sejumlah program yang diklaim berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui forum serap aspirasi perempuan yang menghasilkan sembilan rekomendasi, mencakup isu perlindungan perempuan dari kekerasan dan pelecehan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dalam sektor lingkungan, PDIP Garut mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) mengenai perlindungan mata air dan tata kelola sumber daya air. Usulan ini dinilai penting karena Kabupaten Garut merupakan kawasan konservasi sekaligus daerah hulu Sungai Cimanuk yang memiliki peran strategis menjaga ketersediaan sumber daya air.
Partai juga menyoroti tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut yang belakangan menjadi perhatian publik. Berdasarkan hasil diskusi bersama kelompok perempuan, persoalan ekonomi dinilai menjadi salah satu faktor dominan penyebab perceraian.
Sebagai salah satu solusi, PDIP mengusulkan program padat karya berbasis koperasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui konsep tersebut, masyarakat, khususnya perempuan, akan memperoleh pelatihan keterampilan, seperti menjahit, tata rias, dan pembuatan kue. Hasil produksinya kemudian diharapkan dapat diserap melalui belanja pemerintah dengan dukungan kebijakan afirmatif.
“Kita ingin koperasi menjadi wadah ekonomi gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu,” kata Ilham.
Selain pemberdayaan ekonomi, PDIP Garut menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari upaya menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Kader partai juga telah menyiapkan sejumlah program sosial, antara lain penyediaan motor pengangkut sampah, bantuan tangki air untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, hingga penyusunan program “protein rakyat” yang ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Menurut Ilham, berbagai langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi partai, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat menjelang Pemilu 2029.
“Kalau kerja-kerja politik kita benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat, mudah-mudahan kepercayaan publik meningkat dan target perolehan kursi pada Pemilu 2029 bisa tercapai,” pungkasnya.