Mantan Pjs Kades Duren Karawang Buka Suara: PADes 2025 Hanya Bergantung dari Sektor Pasar, Dana Ketahanan Pangan Rp 1,3 Miliar Dipertanyakan

Penulis: Okta Nugraha  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:51:02 WIB
Mantan Pjs Kades Duren menyatakan PADes 2025 hanya berasal dari pengelolaan pasar desa.

KARAWANG — Mantan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, angkat bicara mengenai kondisi keuangan desa setempat. Ia mengungkapkan bahwa satu-satunya sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) pada tahun 2025 hanya berasal dari hasil kontrak pengelolaan pasar desa yang diteken oleh kepala desa periode sebelumnya.

"Pendapatan asli desa hanya dari pasar saja. Yang lain tidak ada," ujarnya saat ditemui di aula kantor kecamatan Klari, Jumat (10/7/2026).

BUMDes dan Tanah Bengkok Tak Memberi Pemasukan

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, mantan Pjs Kades menegaskan bahwa sektor-sektor yang seharusnya menjadi tulang punggung PADes justru mandek. Pengelolaan tanah bengkok, program ketahanan pangan, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak menyumbang pemasukan sama sekali ke kas desa.

Pernyataan ini kontras dengan data realisasi anggaran desa yang tercatat di lembaga negara. Dalam empat tahun terakhir (2022–2025), Desa Duren telah mengalokasikan dana ketahanan pangan yang sangat besar, total mencapai Rp 1.319.456.800.

Rincian Anggaran Ketahanan Pangan yang Diserap

Berikut rincian penggunaan anggaran ketahanan pangan Desa Duren dari tahun ke tahun:

  • Tahun 2022: Penyediaan hewan ternak kambing Rp 70.647.000 dan perikanan lele Rp 69.659.800.
  • Tahun 2023: Pembangunan kandang sapi Rp 17.970.000 dan pengadaan ternak sapi Rp 205.000.000.
  • Tahun 2024: Pengadaan ikan air tawar dan kolam Rp 94.536.800, kambing dan kandang Rp 235.446.200, serta ayam dan kandang Rp 121.017.800.
  • Tahun 2025: Penyertaan modal BUMDes untuk program ketahanan pangan sebesar Rp 505.180.000.

Publik Mulai Pertanyakan Manfaat Dana Rp 1,3 Miliar

Dengan total anggaran yang membengkak hingga lebih dari Rp 1,3 miliar, publik mulai mempertanyakan efektivitas program tersebut. Idealnya, program peternakan, perikanan, dan penyertaan modal BUMDes yang mencapai Rp 505 juta pada tahun 2025 mampu menjadi mesin pencetak PADes yang mandiri. Kenyataannya, kontribusi sektor ini ke kas desa dikatakan nol.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pengurus BUMDes maupun perangkat Desa Duren terkait dugaan mandeknya kontribusi sektor ketahanan pangan tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai apakah seluruh aset ternak dan perikanan yang dibeli dengan uang rakyat itu masih produktif atau telah habis tanpa menyisakan pemasukan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: media3.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top