Pencarian

Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 Jadi Rp 2.592.000 per Gram

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 09:49:31 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 Jadi Rp 2.592.000 per Gram
Harga emas Antam naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.592.000 per gram pada perdagangan Sabtu (10/10/2026).

JAWA BARAT — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan Rp 20.000 menjadi Rp 2.592.000 per gram pada perdagangan Sabtu (10/10/2026). Kenaikan dua hari berturut-turut ini membuat harga emas Antam menguat total Rp 27.000, seiring melonjaknya harga emas dunia ke level tertinggi dalam sepekan.

Paragraf pembuka: Harga buyback emas Antam naik lebih besar, yakni Rp 25.000 menjadi Rp 2.401.000 per gram. Buyback adalah nominal yang diterima pemilik emas saat menjual kembali batangannya ke Antam, sedangkan harga yang tercantum di awal perdagangan adalah patokan jual Antam kepada konsumen.

Rincian Harga Emas Antam per Ukuran

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram. Emas Antam ukuran 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.346.000, sedangkan ukuran 2 gram menjadi Rp 5.134.000 dan 3 gram Rp 7.683.000.

Untuk ukuran lebih besar, emas 5 gram dijual Rp 12.775.000, 10 gram Rp 25.470.000, dan 25 gram Rp 63.510.000. Adapun ukuran 50 gram dipatok Rp 126.855.000 dan 100 gram Rp 253.560.000.

Antam juga membuka pemesanan (pre-order) untuk ukuran jumbo. Emas 250 gram dibanderol Rp 633.590.000, 500 gram Rp 1.266.900.000, dan 1.000 gram Rp 2.532.600.000.

Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi Sepekan

Pergerakan harga emas Antam mengikuti dinamika pasar global. Harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 4.189,99 per ons pada perdagangan Jumat (9/10/2026) waktu setempat, level tertinggi dalam satu minggu. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 1,43% ke US$ 4.216,3 per ons, dengan kenaikan mingguan 1,3%.

Analis Stone X, Rhona O'Connell, menilai penguatan terjadi karena aksi beli di harga rendah setelah emas sempat menyentuh level terendah dua bulan pada Rabu pekan ini. "Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah (floor) di kisaran level US$ 4.000," ujarnya.

Rhona menambahkan, potensi kenaikan suku bunga lanjutan The Federal Reserve sudah tercermin di pasar, begitu pula ekspektasi pembelian bersih oleh bank sentral. "Tanpa adanya peristiwa tak terduga yang berdampak masif (Black Swan event), sulit bagi saya untuk melihat harga emas menembus ke level yang jauh lebih tinggi secara meyakinkan," kata dia.

Tekanan dari Suku Bunga The Fed

Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperhitungkan peluang 19% kenaikan suku bunga pada Oktober dan probabilitas 84% untuk setidaknya satu kenaikan 25 basis poin pada Desember.

Emas cenderung kehilangan daya tarik dibandingkan aset berimbal hasil seperti obligasi saat suku bunga tinggi. Kepala analis pasar di Bybit, Han Tan, menyebut rilis data CPI pekan depan bisa menjadi katalis pergerakan besar berikutnya. "Inflasi yang masih membandel, yang mendorong The Fed untuk melakukan siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif, dapat memaksa harga emas spot untuk kembali menguji level support psikologis di angka $4.000," ujar Han Tan.

Sementara itu, permintaan emas di India lesu pekan ini seiring naiknya harga, sedangkan aktivitas perdagangan di China berjalan lambat karena periode perdagangan lebih singkat akibat libur. Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 2,7% menjadi US$ 60,93 per ons.

Penutup: Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram. Pergerakan harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti harga emas dunia serta kondisi pasar harian.

Follow www.jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks