Pencarian

Program LUTD PLN Perlu Penguatan SDM demi Manfaat Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:46:26 WIB
Program LUTD PLN Perlu Penguatan SDM demi Manfaat Ekonomi
Pakar BINUS menilai program LUTD PLN Jabar butuh penguatan SDM (Foto: NET)

BANDUNG — Subject Content Specialist Creativepreneur BINUS Bandung Dr. Nur Azmi Karim, S.E., M.Si. menilai program Light Up the Dream (LUTD) perlu diikuti penguatan sumber daya manusia (SDM) agar akses listrik yang diberikan kepada masyarakat prasejahtera dapat menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Jangan sampai listrik sebenarnya perlu, tapi ada yang lebih perlu. Misalnya pembangunan tentang human capital, bagaimana membangun sumber daya manusianya supaya dia cerdas,” ujarnya.

Menurut Nur Azmi, ketersediaan listrik memang dapat meningkatkan kesempatan masyarakat untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan usaha. Namun, manfaat tersebut bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan energi secara produktif.

“Kalau ketersediaan listrik pasti ada, pasti taraf hidup juga akan meningkat, asumsinya. Tapi kembali lagi perlu dilakukan analisis, apakah cukup ketersediaan listrik itu bisa meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Ia menjelaskan listrik merupakan salah satu sumber daya yang membuka kesempatan. Dengan penerangan yang memadai, anak-anak dapat belajar lebih lama dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi setelah malam hari.

Di sektor usaha, listrik memungkinkan masyarakat menggunakan peralatan produksi dan mengembangkan industri rumah tangga. Aktivitas tersebut berpotensi menciptakan pekerjaan dan sumber pendapatan baru.

“Dengan listrik mereka bisa melakukan usaha, misalnya industri. Dengan industri itu kan mereka punya pekerjaan. Kalau punya pekerjaan pasti punya pendapatan,” katanya.

Karena itu, Nur Azmi menilai LUTD dapat menjadi tahap awal yang kemudian diikuti peningkatan keterampilan, literasi teknologi, pemahaman keuangan, serta pengembangan kapasitas usaha.

Dalam konteks PLN UID Jawa Barat, program lanjutan tersebut dapat disesuaikan dengan karakter penerima manfaat dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Menurut dia, kesiapan masyarakat, kebijakan pemerintah daerah, potensi ekonomi, dan peluang investasi perlu menjadi pertimbangan dalam merancang program pemberdayaan.

“Harus dilihat dari kesiapan wilayah tersebut juga, kesiapan masyarakatnya, kesiapan kebijakan pemerintahannya,” ujarnya.

Nur Azmi juga mendorong evaluasi jangka panjang terhadap penerima manfaat. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat apakah akses listrik benar-benar memberikan perubahan pada produktivitas, kreativitas, inovasi, dan kondisi ekonomi keluarga.

Dengan demikian, manfaat LUTD tidak berhenti pada penyambungan listrik, tetapi berkembang menjadi dukungan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Follow www.jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks