SOREANG — Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan penguatan integritas ASN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan fondasi utama pelayanan publik. Lewat platform Learning Management System SIMALABAR, setiap ASN di lingkungan Pemkab Bandung diwajibkan mengakses, mengikuti, dan menyelesaikan modul pembelajaran integritas.
Kegiatan peluncuran dihadiri utusan KPK RI, Kepala BKPSDM, para kepala dinas, kepala badan, hingga camat. Aplikasi SIMALABAR diposisikan sebagai kanal pembelajaran resmi bagi seluruh ASN Kabupaten Bandung.
Dadang menyebut integritas mesti tampak nyata dalam cara aparatur menggunakan kewenangan, mengelola anggaran, memberikan pelayanan publik, hingga mengambil keputusan.
"Integritas harus terlihat nyata dalam cara kita menggunakan kewenangan, mengelola anggaran, memberikan pelayanan publik, hingga mengambil keputusan," ujarnya.
E-learning ASN berintegritas Kabupaten Bandung dirancang membentuk karakter dan pola kerja yang akuntabel. Modul juga mendorong ASN berani menolak segala bentuk konflik kepentingan.
Perubahan karakter diminta berjalan menyeluruh hingga tingkat pelayanan terbawah. BKPSDM Kabupaten Bandung ditugaskan mengawal dan mengevaluasi tingkat penyelesaian modul secara ketat berbasis data.
Para kepala OPD dan camat juga diminta menjadi teladan langsung di lingkungan kerja masing-masing. Aplikasi SIMALABAR berfungsi sebagai alat ukur sekaligus pengingat bahwa integritas adalah praktik harian.
Pemkab Bandung berharap mutu pengabdian seluruh ASN meningkat setelah program berjalan. Masyarakat diharapkan merasakan dampak langsung dari tata kelola pemerintahan yang bersih, jujur, dan melayani.
E-learning ASN berintegritas Kabupaten Bandung diposisikan sebagai benteng melawan korupsi dan pungli di lingkungan pemerintahan daerah.