JAWA BARAT — Ford Mustang Dark Horse SC 2026 mencatat 0-60 mph dalam 3,0 detik, lebih cepat setengah detik dari Shelby GT500 yang sudah pensiun, tapi masih kalah dua persepuluh detik dari GTD. Ketiganya diuji dengan paket trek paling agresif dari Ford, dan hasil pengereman Dark Horse SC justru mengejutkan.
Car and Driver menjalankan pengujian akselerasi, pengereman, dan grip lintasan terhadap tiga Mustang paling bertenaga yang pernah keluar dari pabrik Ford. Ketiganya dikonfigurasi dengan paket trek paling fokus sirkuit, memakai ban Michelin Pilot Sport Cup 2 dan Cup 2R, lalu diuji dengan peralatan telemetri standar mereka di kondisi lintasan kering.
Hasilnya memperlihatkan peta kekuatan masing-masing generasi. Dark Horse SC bukan penerus resmi GT500 menurut Ford, tapi angka lintasannya bicara lain.
Dark Horse SC membawa tenaga 795 hp dari mesin V8 5.2 liter supercharged, melawan 760 hp milik GT500 dan 815 hp milik GTD. Bobotnya juga paling ringan kedua di antara ketiganya, 4.099 pon, sementara GT500 4.059 pon dan GTD paling berat di 4.404 pon.
Dari garis start, Dark Horse SC menyentuh 30 mph dalam 1,3 detik, 60 mph dalam 3,0 detik, 100 mph dalam 6,3 detik, dan menuntaskan quarter-mile dalam 10,8 detik pada kecepatan 134 mph. GT500 tertinggal empat persepuluh detik ke 30 mph, enam persepuluh ke 60 mph, dan mencatat quarter-mile 11,4 detik di 132 mph.
GTD tetap raja akselerasi meski paling berat. Lambung 815 hp-nya melesat ke 60 mph dalam 2,8 detik dan menutup quarter-mile dalam 10,6 detik.
Meski bertubuh di atas dua ton, GT500 justru paling lemah dalam urusan menghentikan laju. Dari 70 mph, butuh 142 kaki untuk berhenti, dan dari 100 mph memakan 279 kaki dengan ban Pilot Sport Cup 2.
Dark Horse SC memakai Pilot Sport Cup 2R yang lebih agresif. Hasilnya, berhenti dari 70 mph hanya dalam 131 kaki dan dari 100 mph dalam 261 kaki. GTD dengan ban Cup 2R berukuran lebih besar menempel ketat di 132 kaki dan 262 kaki, meski bobotnya setara satu pemain lini ofensif NFL lebih berat dari SC.
Selisih satu kaki di angka pengereman memang tipis, tapi cukup untuk menempatkan Dark Horse SC di posisi teratas kategori ini.
Di pengujian skidpad, Dark Horse SC yang diuji tidak dipasang dalam konfigurasi camber paling agresif. Ford menyetelnya untuk kecepatan garis lurus, bukan grip lateral maksimal. Ban depan 305/30ZR-20 dan belakang 315/30ZR-20 hanya menghasilkan 1,06 g.
GT500 dengan ukuran ban sama mencatat 1,13 g, sementara GTD dengan ban 325/30ZR-20 depan dan 345/30ZR-20 belakang Sport Cup 2R menembus 1,17 g. Urutan akhir kategori grip: GTD, GT500, Dark Horse SC.
Dark Horse SC bukan pembelian murah, tapi juga bukan yang termahal. Versi coupe tanpa opsi dibanderol USD 108.085, dan dengan tambahan Track Pack harganya melonjak ke USD 144.585. GTD jauh lebih mahal, mulai USD 327.960 dan unit yang diuji dihargai USD 367.960. GT500 pada 2020 dibanderol USD 92.495, setara USD 120.572 jika disesuaikan inflasi.
Dark Horse SC punya satu keunggulan yang tidak dimiliki dua rivalnya: versi tanpa atap. Ini satu-satunya cara menikmati suara V8 supercharged tanpa filter kabin.
Pengujian ini dilakukan Car and Driver di lintasan mereka sendiri dengan prosedur internal sejak 1956. Hasil bisa berbeda di lintasan lain, suhu berbeda, atau konfigurasi ban berbeda. Dark Horse SC yang diuji juga bukan dalam setup grip maksimal, jadi angka skidpad-nya bukan potret kemampuan terbaik mobil ini.
Untuk pasar Indonesia, ketiga model ini tidak dijual resmi lewat diler Ford. Jika masuk lewat importir umum, harga OTR-nya akan jauh di atas angka USD karena bea masuk, PPnBM, dan biaya homologasi. Pembeli yang tertarik harus menghitung ulang total biaya kepemilikan, termasuk ketersediaan suku cadang dan jaringan servis.
Dari angka mentah, GTD keluar sebagai pemenang keseluruhan: tercepat, grip terbaik, dan pengereman hampir menyamai Dark Horse SC meski bobotnya paling berat. Tapi Dark Horse SC menawarkan rasio performa-harga yang lebih masuk akal, plus opsi atap terbuka yang tidak dimiliki dua Mustang lain di perbandingan ini.