KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga menyiapkan skema pendampingan penuh agar program swasembada gula nasional berjalan optimal. Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah menegaskan bahwa pendampingan dimulai sejak tahap penyusunan calon petani dan calon lokasi (CPCL), persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.
“Tahun ini baru ada target, jadi komoditas unggulan, selain kopi, yang menjadi prioritas untuk di perkebunan adalah tebu. Kami perkuat pendampingan untuk petani,” kata Wahyu saat dihubungi di Kuningan, Selasa.
Untuk menekan biaya produksi, pemerintah pusat mengucurkan dua jenis bantuan. Pertama, bantuan benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare. Kedua, bantuan pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare. Wahyu menyebut, dukungan ini diharapkan mempercepat perluasan areal tanam baru sekaligus meningkatkan produktivitas.
Selain perluasan lahan, pemerintah juga menjalankan program bongkar ratoon. Strategi ini bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman tebu yang sudah ada, bukan sekadar membuka lahan baru.
Data dari bidang CPCL menunjukkan, usulan lahan yang masuk mencapai 267 hektare. Angka ini 17 hektare di atas target awal yang ditetapkan pemerintah. Wahyu menilai capaian itu mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami terus mendampingi petani agar pengembangan tebu berjalan optimal. Tujuannya agar ekonomi petani semakin baik dan membangkitkan kembali komoditas tebu di Kabupaten Kuningan,” ujar Wahyu.
Komoditas tebu sempat meredup di Kuningan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, dengan dorongan program swasembada gula nasional, tebu ditempatkan sebagai prioritas utama di sektor perkebunan, setara dengan kopi. Pemerintah daerah mengajak petani memanfaatkan momentum ini.
“Jadi keberhasilan pengembangan tebu memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar target produksi gula nasional dapat tercapai sesuai rencana pada 2026,” kata Wahyu.
Diskatan Kuningan berkomitmen mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran. Realisasi bantuan diharapkan mampu menekan biaya produksi petani, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya mengembalikan kejayaan tebu di wilayah Priangan Timur tersebut.