CIREBON — Rata-rata per hari, sebanyak 7.371 penumpang berangkat dan 7.330 penumpang tiba di stasiun-stasiun Daop 3 Cirebon. Lonjakan ini tidak hanya dipicu libur sekolah, tetapi juga promo diskon 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi non-subsidi yang digelar KAI.
“Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan kepercayaan terhadap layanan transportasi kereta api,” ujar Muhibbuddin dalam keterangan resminya.
Stasiun Cirebon menjadi titik tersibuk. Untuk keberangkatan, stasiun ini melayani 65.071 penumpang atau rata-rata 3.098 orang per hari. Posisi kedua ditempati Stasiun Cirebonprujakan dengan 23.933 penumpang atau rata-rata 1.139 orang per hari.
Untuk kedatangan, Stasiun Cirebon juga tertinggi dengan 66.325 penumpang atau rata-rata 3.158 orang per hari. Disusul Stasiun Cirebonprujakan sebanyak 23.830 penumpang atau rata-rata 1.134 orang per hari.
Tingkat keterisian kereta api milik Daop 3 Cirebon bahkan melampaui kapasitas tempat duduk. Dari tujuh perjalanan kereta api dengan alokasi 100.740 tiket, KAI berhasil menjual 120.779 tiket. Angka ini setara dengan okupansi rata-rata 118,5 persen.
Muhibbuddin mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. Kini, pemesanan kereta api antarkota bisa dilakukan hingga 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.
“Pelanggan yang akan bepergian secara mendadak pun tetap bisa dilayani,” jelas Muhibbuddin.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak pelanggan memanfaatkan layanan face recognition di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan. Fitur ini mempercepat proses boarding tanpa perlu menunjukkan boarding pass atau kartu identitas.
“Untuk dapat merasakan kemudahan ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Access by KAI atau melalui petugas kami di stasiun,” pungkasnya.