JAWA BARAT — Bukan sekadar angka, lonjakan ini berarti ada tambahan 70 juta ton sumber daya mineral baru, setara dengan 400 ribu ons emas dan 103 ribu ton tembaga, dibandingkan estimasi Desember 2025 lalu. Pencapaian ini merupakan hasil pengeboran 26 lubang intan (diamond drilling) dan penyempurnaan model geologi oleh tim eksplorasi internal Merdeka.
Dari total temuan, Zona Main Porphyry menjadi primadona. Meski hanya mencakup 40 persen dari total tonase, zona ini menyumbang 65 persen kandungan emas dan 60 persen tembaga di Gua Macan. Rinciannya, zona ini memiliki sekitar 110 juta ton bijih dengan kadar 0,36 gram emas per ton dan 0,23 persen tembaga, setara dengan 1,3 juta ons emas dan 257 ribu ton tembaga.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, mengatakan temuan ini adalah bukti nyata strategi eksplorasi perusahaan. "Berawal dari target eksplorasi internal pada 2023, Gua Macan kini telah berkembang pesat menjadi sumber daya porfiri tembaga-emas yang kaya emas dan signifikan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Sistem mineralisasi Gua Macan telah terdefinisi di area sekitar 1 kilometer x 1 kilometer, dari permukaan hingga kedalaman 600 meter. Namun, sistem ini masih terbuka ke arah kedalaman (open at depth). Artinya, masih ada peluang besar untuk menambah sumber daya melalui eksplorasi lanjutan. "Peningkatan sumber daya yang berkelanjutan, didukung kedekatan dengan infrastruktur eksisting, memperkuat posisi proyek ini sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang," tambah Albert.
Merdeka berencana melakukan uji metalurgi lebih lanjut untuk mengevaluasi karakteristik mineralisasi, termasuk kemungkinan meningkatkan asumsi perolehan logam (recovery) dalam studi rekayasa tahap berikutnya.
Kategori sumber daya Indicated—yang memiliki tingkat keyakinan geologi lebih tinggi—melonjak hampir dua kali lipat menjadi 217 juta ton, dari sebelumnya 112 juta ton. Sumber daya ini dilaporkan menggunakan standar JORC Code 2012 dan Kode KCMI 2017, dengan batas bawah Net Smelter Return (NSR) minimal 8 dolar AS per ton. Albert menekankan, pengembangan proyek tak hanya soal teknis, tetapi juga dukungan masyarakat. "Setiap perkembangan akan dipandu oleh perencanaan yang bertanggung jawab dan dialog transparan," tutupnya.