JAWA BARAT — Firmansyah menilai kenaikan kinerja BUMN dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari transformasi internal yang serius. Perusahaan-perusahaan pelat merah mulai fokus memangkas lini bisnis yang kurang produktif dan berekspansi ke sektor yang lebih menjanjikan.
"Yang bisa diambil adalah bagaimana mereka melakukan efisiensi, memperbaiki manajemen, dan mengembangkan bisnis. Hal-hal seperti itu bisa menjadi pembelajaran bagi BUMD," ujarnya di Mataram, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, perdebatan soal apakah lonjakan kinerja ini karena pembentukan Danantara atau faktor internal perusahaan bukanlah hal utama. Yang lebih penting, kata dia, adalah adanya perubahan nyata dalam pengelolaan perusahaan.
Ekonom itu menyoroti bahwa transformasi di tubuh BUMN diikuti dengan perubahan pola manajemen yang lebih profesional. Kesempatan kini diberikan kepada sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, sehingga perusahaan bisa bergerak lebih efektif dan adaptif.
Kondisi sebaliknya dinilai belum sepenuhnya terjadi di banyak BUMD. Firmansyah mendorong pemerintah daerah dan pengelola BUMD untuk segera duduk bersama mempelajari model transformasi tersebut.
"Memang tidak bisa dibandingkan secara langsung karena skala BUMN nasional, sementara BUMD ruang usahanya lebih kecil. Tetapi strategi pengelolaan, efisiensi, dan tata kelola tetap bisa menjadi contoh," tegasnya.
Firmansyah juga menyoroti besarnya ruang investasi di NTB, salah satunya di sektor pengembangan ekosistem peternakan yang tengah didorong pemerintah pusat. Peluang ini, menurutnya, harus dimanfaatkan optimal melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, BUMN, dan swasta.
"Kalau dibangun dalam bentuk ekosistem, semua pihak bisa terlibat. Ini menjadi kesempatan bagi BUMD untuk ikut berkembang dan mengambil peran dalam berbagai proyek strategis di daerah," katanya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memperluas pola konsolidasi bisnis hingga ke daerah. Jika ada mekanisme yang memperkuat sinergi antar-BUMD, daya saing perusahaan daerah diyakini akan meningkat. Keberhasilan BUMN, kata Firmansyah, harus menjadi inspirasi bagi BUMD untuk mereformasi tata kelola dan meningkatkan profesionalisme. (EkbisNTB.com/bul)