JAWA BARAT — Platform media sosial terdesentralisasi Bluesky kini memiliki nahkoda tetap. Toni Schneider, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO sementara (interim), resmi dikukuhkan sebagai CEO permanen perusahaan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Schneider melalui akun resmi Bluesky beberapa waktu lalu.
Pergantian kursi direktur utama Bluesky dimulai pada Maret 2025. Jay Graber, yang memimpin Bluesky sejak 2021, memutuskan mundur dari jabatan CEO. Dalam pernyataannya, Graber menilai bahwa perusahaan membutuhkan "operator berpengalaman yang fokus pada skala dan eksekusi" seiring dengan pertumbuhan Bluesky yang semakin matang.
Graber kemudian beralih peran menjadi Chief Innovation Officer (CINO) di Bluesky, posisi yang lebih sesuai dengan keahliannya dalam "membangun hal-hal baru." Schneider, yang sebelumnya merupakan investor dan penasihat Bluesky, ditunjuk sebagai pengganti sementara sebelum akhirnya diangkat permanen.
Dalam unggahannya, Schneider mengungkapkan alasan menerima jabatan ini. "Saya mengambil pekerjaan ini karena saya percaya pada misi kami: mengembangkan dan mendorong adopsi skala besar teknologi untuk percakapan publik yang terbuka dan terdesentralisasi," tulisnya.
Schneider, yang merupakan pendiri sekaligus mantan CEO Automattic (perusahaan induk WordPress), menambahkan, "Merupakan suatu kehormatan untuk memajukan misi tersebut dan menjadi bagian dari gerakan menuju web sosial yang terbuka."
Salah satu fokus utama Schneider ke depan adalah pengembangan fitur komunitas. Ia menyebutkan bahwa Bluesky akan segera menghadirkan kemampuan untuk "membuat ruang yang lebih kecil dan komunitas yang lebih privat" di platformnya.
"Kami berada di awal mula cerita ini," ujar Schneider. "Selanjutnya: kemampuan untuk menciptakan ruang yang lebih kecil dan komunitas yang lebih privat di Atmosfer, yang saya yakini akan membuka gelombang pertumbuhan dan inovasi berikutnya."
Rencana ini selaras dengan pengumuman Bluesky pada Juni lalu, bahwa fitur bergaya Reddit akan hadir tahun ini. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat grup untuk minat dan topik spesifik, mirip dengan subreddit.
Dengan kepemimpinan baru yang solid, Bluesky menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di panggung media sosial global. Langkah Schneider yang fokus pada komunitas privat dan skalabilitas bisa menjadi daya tarik bagi pengguna yang mulai jenuh dengan algoritma platform konvensional.
Bagi pengguna Indonesia yang tech-savvy, perubahan ini patut dicermati. Jika fitur komunitas privat berhasil diimplementasikan, Bluesky berpotensi menjadi alternatif menarik untuk diskusi tematik tanpa gangguan konten publik yang berisik. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan fitur ini di pasar Indonesia, namun sifat platform yang terbuka memungkinkan akses global secara langsung.