Longboat Tenggelam di Perairan Tanimbar, Nelayan Selamatkan 13 Penumpang, Satu Meninggal

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 10:45:01 WIB
Longboat tenggelam di perairan Tanimbar, 13 penumpang selamat dan satu meninggal.

JAWA BARAT — Kecelakaan laut terjadi Selasa (7/7) pagi di perairan antara Pulau Sera dan Pulau Selu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Longboat yang membawa 14 penumpang berangkat dari dermaga Desa Kumatubun, Pulau Sera, pukul 08.00 WIT. Cuaca cerah saat bertolak, namun 30 menit kemudian angin kencang dan gelombang tinggi tiba-tiba menerjang hingga perahu tenggelam.

Korban Ditemukan Mengapung di Hutan Bakau

Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, menerima laporan dari petugas BPBD setempat pada Rabu (8/7) malam. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan bantuan nelayan menuju lokasi yang berjarak 42,3 mil dari Pelabuhan Saumlaki. Pencarian dilakukan di perairan Pulau Sera dengan gelombang mencapai 2,5 meter.

“Pada tanggal 8 Juli 2026 pukul 11:10 WIT, terima informasi dari bapak Olo BPBD Kepulauan Tanimbar bahwa pada tanggal 7 Juli 2026 pukul 08:30 WIT longboat POB 14 orang tenggelam,” kata Wahyunan.

Thomas Kadung ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mengapung di perairan Hutan Bakau, Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu. Jarak lokasi penemuan sekitar 40,6 mil dari titik awal peristiwa. Jenazah kemudian dibawa ke Pulau Selu untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

13 Penumpang Selamat Berkat Pertolongan Nelayan

Seluruh penumpang sempat berenang dan mencari pertolongan setelah perahu tenggelam. Tiga belas orang akhirnya tertolong oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi. “Longboat itu POB berjumlah 14 orang, 13 orang selamat, satu orang dinyatakan hilang atas nama Thomas Kadung umur 42 tahun laki-laki,” ujar Wahyunan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Tidak ada operasi lanjutan yang dijadwalkan. Peristiwa ini menjadi peringatan akan bahaya perubahan cuaca mendadak di perairan Maluku yang kerap memakan korban.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top