BANDUNG BARAT — Keputusan ini diambil di tengah keluhan peternak di sejumlah daerah yang harga jualnya jatuh di bawah biaya produksi. Dengan adanya harga acuan, peternak memiliki kepastian harga minimal sehingga tidak terus merugi. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menstabilkan pasar dan mencegah peternak kecil gulung tikar.
Kebijakan ini mencakup dua komoditas utama unggas. Pertama, telur ayam ras dengan harga acuan minimum Rp24.000 per kilogram. Kedua, ayam pedaging hidup atau live bird sebesar Rp19.500 per kilogram.
Harga tersebut berlaku di tingkat peternak, bukan di tingkat konsumen. Artinya, pembeli atau tengkulak tidak boleh membeli telur dan ayam dari peternak di bawah angka tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga telur dan ayam di tingkat peternak anjlok drastis. Peternak di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan harga jual yang tak sebanding dengan biaya pakan yang tinggi. Banyak peternak rakyat terancam berhenti berproduksi.
Pemerintah menilai situasi ini mengancam pasokan nasional jika tidak segera diintervensi. Harga acuan minimum menjadi instrumen untuk melindungi peternak dari tekanan pasar yang tidak sehat.
Kebijakan ini tidak secara langsung menaikkan harga di pasar tradisional atau ritel. Namun, jika harga di peternak naik ke level acuan, harga di tingkat konsumen berpotensi ikut terdorong naik. Pemerintah biasanya akan memantau rantai distribusi agar margin pedagang tidak membebani pembeli akhir.
Untuk saat ini, harga telur di pasar tradisional Bandung masih bervariasi antara Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Dengan adanya harga acuan, selisih antara harga peternak dan konsumen diharapkan lebih transparan.
Aturan ini mulai berlaku pada 15 Juli 2026. Pemerintah daerah bersama dinas peternakan akan mengawasi pelaksanaan di lapangan. Pelanggaran terhadap harga acuan bisa dikenakan sanksi administratif, meski mekanisme pengawasan masih akan diatur lebih lanjut.
Peternak diimbau melaporkan jika ada pembeli yang memaksa membeli di bawah harga acuan. Pemerintah juga akan menyiapkan skema pembelian cadangan jika harga kembali tertekan.